{"id":45573,"date":"2026-06-05T16:03:58","date_gmt":"2026-06-05T07:03:58","guid":{"rendered":"https:\/\/asiadailies.biz\/?p=45573"},"modified":"2026-06-05T16:03:58","modified_gmt":"2026-06-05T07:03:58","slug":"upt-bpom-di-jawa-timur-dan-buleleng-ajak-masyarakat-selamatkan-masa-depan-jamu-indonesia-dari-ancaman-bahan-kimia-obat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiadailies.biz\/?p=45573","title":{"rendered":"UPT BPOM di Jawa Timur dan Buleleng Ajak Masyarakat Selamatkan Masa Depan Jamu Indonesia dari Ancaman Bahan Kimia Obat"},"content":{"rendered":"<p><b>Banyuwangi, 05 Juni 2026<\/b> \u2013 Di tengah meningkatnya<br \/>\ntren hidup sehat dan konsumsi produk herbal, ancaman jamu mengandung Bahan<br \/>\nKimia Obat (BKO) masih menjadi perhatian serius. Untuk meningkatkan kewaspadaan<br \/>\nmasyarakat, Unit Pelaksana Teknis BPOM di wilayah Jawa Timur menggelar <b>Focus<br \/>\nGroup Discussion (FGD) bertema <i>\u201cMenjamu Masa Depan dengan Jamu Aman Bebas<br \/>\nBKO\u201d<\/i><\/b> dalam rangkaian Pekan Jamu Nasional 2026.<\/p>\n<p>Kegiatan ini menjadi wadah<br \/>\nedukasi sekaligus ajakan bagi masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih Obat<br \/>\nBahan Alam (OBA). Sebab, di balik janji <i>\u201csembuh cepat<\/i>\u201d dan \u201c<i>khasiat<br \/>\ninstan<\/i>\u201d, masih ditemukan produk yang mengandung BKO dan berpotensi<br \/>\nmembahayakan kesehatan. Padahal, jamu merupakan warisan budaya bangsa yang<br \/>\nmemiliki nilai ekonomi tinggi serta telah menjadi bagian dari identitas<br \/>\nIndonesia selama ratusan tahun. Karena itu, peredaran jamu yang dicampur BKO<br \/>\ntidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menurunkan<br \/>\nkepercayaan terhadap jamu Indonesia.<\/p>\n<p>Ancaman tersebut tercermin<br \/>\ndari data BPOM yang menunjukkan temuan OBA mengandung BKO meningkat dari 54<br \/>\nkasus pada 2023 menjadi 104 kasus pada 2024, lalu melonjak menjadi 187 kasus<br \/>\npada 2025. Hingga Triwulan I Tahun 2026, masih ditemukan 33 kasus yang menandakan<br \/>\npersoalan ini belum sepenuhnya teratasi. Produk-produk tersebut umumnya<br \/>\nmenawarkan klaim hasil instan atau \u201c<i>cespleng<\/i>\u201d, yang kerap menjadi daya<br \/>\ntarik utama bagi konsumen tanpa menyadari risiko kesehatan yang dapat<br \/>\nditimbulkan.<\/p>\n<p><b>Yudi Noviandi, M.Sc.,<br \/>\nTech., Apt, Kepala Balai Besar POM di Surabaya, <\/b>menegaskan bahwa Pekan Jamu<br \/>\nNasional menjadi momentum penting untuk mendorong jamu Indonesia yang lebih<br \/>\naman dan berdaya saing. \u201cKami ingin memperkuat kolaborasi berbagai pihak untuk<br \/>\nmendukung inovasi, pemasaran, dan pengembangan UMKM jamu agar semakin dekat<br \/>\ndengan generasi muda serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.\u201d<\/p>\n<p>Menurut BPOM, tingginya<br \/>\npermintaan pasar menjadi salah satu faktor yang mendorong masih beredarnya<br \/>\nproduk mengandung BKO. Oleh karena itu, peningkatan literasi masyarakat menjadi<br \/>\nlangkah penting agar konsumen tidak mudah tergiur oleh klaim hasil cepat yang<br \/>\nsering digunakan untuk memasarkan produk ilegal.<\/p>\n<p>Sejalan dengan upaya<br \/>\ntersebut, <b>Benny Hendrawan Prabowo, S.Farm., Apt., Kepala Balai POM di Jember<\/b>,<br \/>\nberharap momentum Pekan Jamu Nasional dapat mendorong semakin banyak produk<br \/>\njamu asli Indonesia yang bebas BKO. \u201cJamu harus terus berkembang menjadi bagian<br \/>\ndari gaya hidup modern sehingga generasi muda dapat mengonsumsinya dengan aman,<br \/>\nnyaman, dan penuh keyakinan.&#8221;<\/p>\n<p>Senada dengan itu, <b>Winanto,<br \/>\nS.Si., Apt., M.Si., Kepala Balai POM di Kediri<\/b>, menegaskan pentingnya<br \/>\nkolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media.<br \/>\n\u201cJamu bukan hanya produk kesehatan, tetapi juga warisan budaya bangsa yang<br \/>\nharus kita jaga bersama dan dorong agar semakin berdaya saing hingga ke tingkat<br \/>\nglobal.&#8221;<\/p>\n<p>Sementara itu, <b>Rai<br \/>\nGunawan, S.Farm., Apt., Plt. Kepala Balai POM di Buleleng<\/b>, menekankan bahwa<br \/>\nupaya menghadirkan jamu yang aman tidak dapat dilakukan BPOM sendiri. \u201cEdukasi<br \/>\nharus terus digaungkan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami<br \/>\npentingnya memilih jamu yang aman dan tidak lagi memberikan ruang bagi peredaran<br \/>\nproduk yang mengandung BKO.&#8221; <\/p>\n<p>\n<b>Aziz Jihaduddin, S.Farm., Apt., Kepala Loka POM di Kota Madiun,<br \/>\n<\/b>menambahkan bahwa literasi yang kuat akan melahirkan konsumen<br \/>\nyang lebih kritis. \u201cMasyarakat perlu membiasakan diri memeriksa izin edar BPOM<br \/>\ndan tidak mudah tergiur klaim instan, karena perlindungan terbaik dimulai dari<br \/>\nkeputusan yang tepat saat memilih produk.&#8221;<\/p>\n<p>Sebagai langkah<br \/>\nperlindungan diri, BPOM mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan CEK KLIK<br \/>\n(Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau<br \/>\nmengonsumsi produk obat bahan alam. Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi<br \/>\nBPOM Mobile untuk memverifikasi izin edar produk serta memeriksa daftar Public<br \/>\nWarning BPOM guna menghindari produk yang terbukti mengandung BKO.<\/p>\n<p>Melalui<br \/>\nFGD ini, BPOM mengajak pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, media, dan<br \/>\nmasyarakat untuk memperkuat sinergi dalam memutus mata rantai peredaran jamu<br \/>\nmengandung BKO. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk menjaga kesehatan<br \/>\nmasyarakat, meningkatkan daya saing produk jamu nasional, serta memastikan jamu<br \/>\nIndonesia tetap menjadi warisan budaya yang aman, bermutu, dan dipercaya hingga<br \/>\ngenerasi mendatang.<\/p>\n<p>Jangan nodai reputasi dan kepercayaan publik<br \/>\nterhadap jamu Indonesia dengan penggunaan Bahan Kimia Obat. Masa depan jamu<br \/>\nIndonesia berada di tangan kita bersama. Komitmen kita adalah 100% Obat Bahan<br \/>\nAlam, 0% kompromi terhadap BKO. <\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/254602ef-6ad5-44ea-9a69-f785d77bcd31\/9e0e7c8a-f447-44c0-b697-f4268604dfca\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyuwangi, 05 Juni 2026 \u2013 Di tengah meningkatnya tren hidup sehat dan konsumsi produk herbal, ancaman jamu mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi perhatian serius. Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, Unit Pelaksana Teknis BPOM di wilayah Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema \u201cMenjamu Masa Depan dengan Jamu Aman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45574,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-45573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45573"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45573\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/45574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}