{"id":42873,"date":"2026-04-13T15:03:52","date_gmt":"2026-04-13T06:03:52","guid":{"rendered":"https:\/\/asiadailies.biz\/?p=42873"},"modified":"2026-04-13T15:03:52","modified_gmt":"2026-04-13T06:03:52","slug":"dr-akbar-djohan-direktur-utama-krakatau-steel-group-kembali-nakhodai-iisiafokus-pada-akselerasi-ekosistem-industri-baja-indonesia-untuk-menembus-pasar-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiadailies.biz\/?p=42873","title":{"rendered":"Dr. Akbar Djohan,  Direktur Utama  Krakatau Steel Group Kembali Nakhodai IISIA,Fokus pada Akselerasi Ekosistem Industri Baja Indonesia untuk Menembus Pasar Global"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta (13\/4) \u2013 Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk \/ Krakatau Steel Group (KRAS), Dr. Akbar Djohan, resmi dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum (Chairman) The Indonesian Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) untuk periode kedua (2026-2030), menandai babak baru penguatan sinergi baja nasional. Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Jakarta, Jumat (10\/4), dipimpin langsung oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap stabilitas sektor logam.<\/p>\n<p>Dalam arahannya, Menperin Agus Gumiwang menegaskan bahwa kepengurusan<br \/>\nIISIA periode ini merupakan mitra strategis krusal sekaligus motor penggerak<br \/>\ndalam memperkuat struktur industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan<br \/>\nberkelanjutan. Menperin mencatat prestasi gemilang subsektor industri logam<br \/>\ndasar yang tumbuh pesat 15,71% pada tahun 2025, menempatkan Indonesia di<br \/>\nperingkat ke-13 produsen baja dunia dengan total produksi mencapai 19 juta ton.<\/p>\n<p><b>Visi &#8220;Blue-Green&#8221; untuk Masa Depan Baja Nasional yang Rendah<br \/>\nKarbon dan Berkelanjutan.<\/b><\/p>\n<p>Memasuki periode kedua kepemimpinannya, Dr. Akbar Djohan membawa visi<br \/>\nbesar transformasi ekosistem baja melalui konsep &#8220;Blue-Green<br \/>\nIndustry&#8221;. Inisiatif ini mengintegrasikan inovasi teknologi digital dengan<br \/>\nkomitmen keberlanjutan lingkungan guna memenuhi standar global yang kian ketat.<\/p>\n<p>&#8220;Kami bertekad menjadikan IISIA sebagai rumah yang inklusif dan<br \/>\nsolid bagi seluruh pelaku industri baja nasional, baik dari sektor hulu hingga<br \/>\nhilir. Fokus kami pada 2026-2030 adalah membangun fondasi bangsa yang kuat<br \/>\nmelalui penguatan solidaritas antaranggota dan peningkatan daya saing di kancah<br \/>\ninternasional,&#8221; ujar Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman<br \/>\nALFI\/ILFA.<\/p>\n<p><b>Menjawab Tantangan Struktural dan Tekanan Global<\/b><\/p>\n<p>Meski produksi nasional tumbuh rata-rata 14% per tahun, Akbar menyoroti<br \/>\ntantangan optimalisasi utilisasi industri yang masih berada di angka 52,7%<br \/>\nserta ancaman praktik dumping impor yang mendistorsi persaingan sehat di pasar.<br \/>\nMenanggapi hal tersebut, Krakatau Steel bersama IISIA akan memperkuat sinergi<br \/>\ndengan pemerintah untuk mengoptimalkan perlindungan pasar melalui penerapan SNI<br \/>\nwajib secara konsisten dan tegas.<\/p>\n<p>&#8220;Industri baja adalah tulang punggung pembangunan nasional. Melalui<br \/>\npenguatan hilirisasi dan produk bernilai tambah tinggi, kita tidak hanya akan<br \/>\nberjaya di negeri sendiri, tetapi juga menjadi pemain yang disegani di pasar<br \/>\ninternasional,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p><a><\/a>Melalui kepemimpinan di IISIA, Krakatau Steel<br \/>\nberkomitmen untuk terus memelopori integrasi industri baja dari hulu ke hilir,<br \/>\nmemastikan pasokan baja untuk kebutuhan infrastruktur dan manufaktur nasional<br \/>\ntetap terjaga secara mandiri dan kompetitif sehingga sejalan dengan visi besar<br \/>\nPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang dalam Asta Cita.<\/p>\n<p><b>Optimalisasi<br \/>\ndan Transformasi Jadi Kunci Daya Saing<\/b><\/p>\n<p>Pada<br \/>\nkesempatan tersebut Dr. Akbar Djohan turut menekankan dua mesin penggerak utama<br \/>\ndalam kepengurusannya: optimalisasi aset dan transformasi teknologi. Langkah<br \/>\nini bertujuan menutup celah defisit produk antara (intermediate) dan hilir guna<br \/>\nmenekan ketergantungan impor bahan baku serta memperkuat struktur biaya<br \/>\nindustri nasional. <\/p>\n<p>\u201cTransformasi<br \/>\ndigital dalam proses produksi dan penguatan rantai pasok domestik adalah kunci<br \/>\nagar industri baja kita efisien dan memiliki daya tawar tinggi di pasar<br \/>\nekspor,\u201d tegas Akbar.<\/p>\n<p><b>Krakatau<br \/>\nSteel: Motor Penggerak Industri Nasional<\/b><\/p>\n<p>Sebagai<br \/>\npemimpin pasar, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) terus memperkuat peran<br \/>\nstrategisnya sebagai lokomotif ekonomi dalam mendukung kemandirian industri<br \/>\nnasional. Dr. Akbar<br \/>\nDjohan memastikan bahwa Krakatau Steel Group akan terus meningkatkan kapasitas<br \/>\ndan efisiensi operasional untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.<\/p>\n<p>Dengan sinergi di bawah naungan IISIA, Krakatau Steel Group siap menjadi<br \/>\nkatalisator pertumbuhan sektor manufaktur serta pionir dalam penerapan standar<br \/>\nindustri hijau yang kompetitif di kawasan regional, memastikan pasokan baja<br \/>\nuntuk infrastruktur nasional tetap terjaga secara mandiri dan kompetitif.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/f19a230e-a14e-47ca-a80e-340807c077e3\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (13\/4) \u2013 Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk \/ Krakatau Steel Group (KRAS), Dr. Akbar Djohan, resmi dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum (Chairman) The Indonesian Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) untuk periode kedua (2026-2030), menandai babak baru penguatan sinergi baja nasional. Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Jakarta, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42874,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-42873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42873"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42873\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}