{"id":41292,"date":"2026-03-05T16:04:04","date_gmt":"2026-03-05T07:04:04","guid":{"rendered":"https:\/\/asiadailies.biz\/?p=41292"},"modified":"2026-03-05T16:04:04","modified_gmt":"2026-03-05T07:04:04","slug":"arus-logistik-jelang-lebaran-meningkat-pelindo-antisipasi-kepadatan-di-pelabuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiadailies.biz\/?p=41292","title":{"rendered":"Arus Logistik Jelang Lebaran Meningkat, Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan"},"content":{"rendered":"<p>Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik serta Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar.<\/p>\n<p><b>SURABAYA<br \/>\n(05\/03) \u2013<\/b> <a href=\"https:\/\/www.pelindotpk.co.id\/\">Arus<br \/>\nlogistik nasional <\/a>menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku<br \/>\nusaha logistik mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik<br \/>\ntetap lancar.<\/p>\n<p>Peningkatan<br \/>\narus logistik jelang Lebaran di antaranya terjadi di wilayah Jawa Tengah dan<br \/>\nJawa Timur. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI\/ILFA) Jawa<br \/>\nTengah-DIY, Teguh Arif Handoko, menyebutkan volume kargo naik sekitar 130<br \/>\npersen.<\/p>\n<p>Di<br \/>\nPelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo membuat rotasi kontainer yang biasanya<br \/>\nrata-rata sekitar 2.800 unit per hari meningkat menjadi 3.000 unit per hari.<br \/>\nSelain momentum Lebaran, ALFI Jateng menyoroti tren pertumbuhan aktivitas<br \/>\nlogistik juga didongkrak banyaknya investasi industri di Jawa Tengah, seperti<br \/>\ndi Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB)<br \/>\nmendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas.<\/p>\n<p>&#8220;Tahun<br \/>\n2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta<br \/>\nTEUs. Ini signifikan, walaupun perusahaan di kawasan industri KIK dan KITB baru<br \/>\nsekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi,&#8221; ucap Teguh saat<br \/>\nditemui di kantornya, Selasa (03\/03\/2026). <\/p>\n<p><b>Strategi<br \/>\nKhusus<\/b><\/p>\n<p>Kepadatan<br \/>\narus logistik jelang Lebaran mendorong ALFI Jawa Timur (Jatim) menyiapkan<br \/>\nstrategi khusus. Salah satunya, pengalihan <i>storage<\/i> ekspor untuk menampung<br \/>\nsementara impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.<\/p>\n<p>Ketua ALFI<br \/>\nJatim, Sebastian Wibisono, saat dihubungi, Selasa (03\/03\/2026), mengatakan<br \/>\nmenjelang Lebaran lonjakan arus logistik memang tidak bisa dihindari. Dia<br \/>\nmemprediksi volume arus logistik Lebaran bakal meningkat 80 persen. Apalagi<br \/>\nSurabaya selama ini kerap menjadi jalur transit ke wilayah Timur. Aktivitas<br \/>\nbongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan Kembali normal setelah<br \/>\nApril.<\/p>\n<p>&#8220;Kebetulan<br \/>\nNataru, Imlek dan Idulfitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang<br \/>\ntinggi. Pas Imlek banyak impor turun ke sini, terus didistribusikan ke wilayah<br \/>\nseperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan,&#8221; papar Wibi, sapaan<br \/>\nakrabnya. <\/p>\n<p>Untuk<br \/>\nmengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim menerapkan strategi pengalihan lokasi.<br \/>\nGudang yang biasanya digunakan untuk ekspor bakal dimanfaatkan sementara untuk<br \/>\nmenampung barang impor. Semua itu dilakukan setelah koordinasi dan izin Bea<br \/>\nCukai agar arus logistik tetap lancar.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap<br \/>\ntahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor.<br \/>\nDi sini ada dua terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas<br \/>\nSurabaya,&#8221; ujar dia. <\/p>\n<p>Wibi<br \/>\nmembeberkan lonjakan arus logistik tahun lalu mencapai 103 persen. Namun, masih<br \/>\nbisa diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo<br \/>\nyang beroperasi selama 24 jam tanpa henti. <\/p>\n<p>Lebih<br \/>\njauh, dia menilai pelabuhan-pelabuhan seperti Tanjung Mas dan Tanjung Perak<br \/>\nperlu peningkatan infrastruktur seperti diperluas lahannya agar penyandaran<br \/>\nkapal bisa lebih banyak.<\/p>\n<p>Hal serupa<br \/>\njuga menjadi perhatian ALFI Jateng. Teguh\u00a0<br \/>\nmenekankan pentingnya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh,<br \/>\ntermasuk fasilitas akses jalan dan depo kontainer agar operasional logistik di<br \/>\nPelabuhan Tanjung Emas lebih lancar. <\/p>\n<p>ALFI<br \/>\nJateng menyoroti peran pemerintah provinsi dalam mendukung investasi tidak<br \/>\nhanya dari sisi penanaman modal, tetapi juga memastikan manajemen rantai pasok<br \/>\nyang perlu diperhatikan. Langkah ini semata-mata menciptakan alur bongkar muat<br \/>\nyang terkontrol, mengurangi antrean kontainer dan barang keluar masuk pelabuhan<br \/>\ntanpa hambatan.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan<br \/>\nhanya memberikan suatu kemudahan investasi tanpa memikirkan manajemen <i>supply<br \/>\nchain<\/i>. Jangan sampai investor bingung saat mengirim barang setelah produksi<br \/>\nselesai,&#8221; tandasnya. <\/p>\n<p><b>Antisipasi<\/b><\/p>\n<p>Mengantisipasi<br \/>\npeningkatan arus logistik jelang lebaran 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas<br \/>\nmengaku telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola. Corporate<br \/>\nSecretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan dengan sistem<br \/>\noperasi terminal yang digunakan saat ini pihaknya dapat merencanakan pelayanan<br \/>\nbongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari. Terminal dapat memprediksi<br \/>\ntingkat kepadatan tambatan di dermaga (<i>berth occupancy ratio<\/i>) juga<br \/>\ntingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (<i>yard occupancy ratio<\/i>).<\/p>\n<p>&#8220;Kami<br \/>\nmelakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih<br \/>\noptimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti<br \/>\nkemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan<br \/>\nbarang,&#8221; kata Widyaswendra.<\/p>\n<p>Pengelola<br \/>\nterminal bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi <i>overbrengen<\/i><br \/>\n(pindah lokasi penumpukan) sebagai cara untuk mengurai kepadatan di dalam area<br \/>\nterminal. Langkah ini dilakukan agar kegiatan bongkar muat di dalam terminal<br \/>\npeti kemas dapat berjalan dengan lancar.<\/p>\n<p>Selama<br \/>\nlibur lebaran, operasional terminal peti kemas disebut tetap berlangsung penuh<br \/>\nselama 24 jam dalam 7 hari. Kegiatan pelayanan tetap berlangsung sesuai dengan<br \/>\njadwal dan perencanaan yang dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami<br \/>\nmenghimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal<br \/>\nbooking system untuk meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan<br \/>\nraya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur<br \/>\ndan setelah libur lebaran,&#8221; serunya.<\/p>\n<p><b>Peningkatan<br \/>\nPerdagangan<\/b><\/p>\n<p>Ketua<br \/>\nAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, menilai<br \/>\npeningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi<br \/>\nsinyal membaiknya perputaran ekonomi. Volume bongkar muat tercatat naik seiring<br \/>\nmeningkatnya konsumsi masyarakat saat Imlek dan berlanjut menjelang Lebaran. <\/p>\n<p>Menurutnya,<br \/>\nvolume bongkar muat tersebut diperkirakan naik sekitar 20 persen dibanding hari<br \/>\nbiasa. Bahkan nanti sekitar 10 hari sebelum Lebaran, lonjakan aktivitas bongkar<br \/>\nmuat bisa menyentuh kisaran 25 persen. <\/p>\n<p>&#8220;Sejak<br \/>\nDesember sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini<br \/>\nakan terus meningkat mendekati lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen<br \/>\ndibanding hari biasa,&#8221; ucap Frans. <\/p>\n<p>Menurut<br \/>\nFrans, komoditas yang mendominasi peningkatan arus barang adalah kebutuhan<br \/>\nkonsumsi musiman, mulai dari bahan pangan produk fesyen dan perlengkapan<br \/>\nlebaran idulfitri lainnya. Dampaknya cukup positif untuk UMKM maupun ritel<br \/>\nkarena perputaran uang berlangsung lebih cepat. <\/p>\n<p>Sejauh<br \/>\nini, Frans belum mendapat laporan dari anggota Apindo Jateng soal adanya<br \/>\nantrean karena penumpukan aktivitas bongkar muat. Dia menilai operasional<br \/>\npelabuhan relatif lancar, sebab Pelindo Terminal Petikemas memiliki pengalaman<br \/>\nsaat menangani peningkatan arus barang tersebut. <\/p>\n<p>Frans<br \/>\nmemprediksi pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga Lebaran mendatang menunjukkan<br \/>\ntren positif. Konsumsi domestik menjadi penopang utama yang mendorong laju<br \/>\nperputaran ekonomi. <\/p>\n<p>Bahkan dia<br \/>\nmemperkirakan laju pertumbuhan ekonomi mendekati 5,7 persen atau lebih tinggi<br \/>\ndibandingkan hari-hari biasa yang berkisar 5,1 hingga 5,2 persen. <\/p>\n<p>&#8220;Kondisi<br \/>\nekonomi setelah Lebaran masih tanda tanya besar. Dalam situasi sekarang, faktor<br \/>\ngeopolitik dan kebijakan tarif Presiden Trump itu yang membuat kondisi ke depan<br \/>\nbelum bisa dipastikan,&#8221; tandasnya. <b><i>(BC)<\/i><\/b><\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/963770a9-0bd8-410c-ac03-2dcf3aaa83d6\/f9025775-ef4d-456f-bacb-7afaf71c60c1\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik serta Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar. SURABAYA (05\/03) \u2013 Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":41293,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-41292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41292\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/41293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=41292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=41292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}