{"id":39497,"date":"2026-01-28T15:03:51","date_gmt":"2026-01-28T06:03:51","guid":{"rendered":"https:\/\/asiadailies.biz\/?p=39497"},"modified":"2026-01-28T15:03:51","modified_gmt":"2026-01-28T06:03:51","slug":"harga-emas-masih-kuat-tren-kenaikan-berlanjut-di-tengah-tekanan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asiadailies.biz\/?p=39497","title":{"rendered":"Harga Emas Masih Kuat, Tren Kenaikan Berlanjut di Tengah Tekanan Global"},"content":{"rendered":"<p>Pergerakan<br \/>\nharga emas dunia (XAU\/USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada<br \/>\ndalam jalur penguatan, seiring berlanjutnya tren kenaikan yang telah<br \/>\nberlangsung selama beberapa sesi terakhir. Logam mulia tersebut kembali<br \/>\nmenunjukkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya<br \/>\nketidakpastian global, baik dari sisi geopolitik maupun kondisi ekonomi<br \/>\ninternasional. Pada perdagangan awal, harga emas tercatat menyentuh area<br \/>\ntertinggi baru di kisaran $5.220 per troy ounce, mencerminkan sentimen pasar<br \/>\nyang masih sangat positif terhadap emas.<\/p>\n<p>Analis <a href=\"https:\/\/www.dupoin.co.id\/promotion\/lp1\/welcome-reward\/?utm_source=vritimes&amp;utm_campaign=article\">Dupoin<br \/>\nFutures<\/a>, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa penguatan emas ini telah terjadi<br \/>\nselama tujuh hari berturut-turut, dengan kenaikan terakhir lebih dari 0,60%.<br \/>\nMenurutnya, lonjakan harga emas tidak lepas dari meningkatnya ketegangan<br \/>\ngeopolitik global yang mendorong investor untuk mencari aset aman guna<br \/>\nmelindungi nilai portofolio mereka. Situasi ini diperparah oleh kekhawatiran<br \/>\npasar terhadap potensi intervensi di pasar valuta asing, khususnya wacana untuk<br \/>\nmenopang nilai tukar Yen Jepang, yang semakin memperkuat daya tarik emas<br \/>\nsebagai instrumen safe-haven.<\/p>\n<p>Dari sisi<br \/>\nteknikal, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan harga emas masih menunjukkan<br \/>\nkecenderungan yang sangat kuat. Pola candlestick yang terbentuk mengindikasikan<br \/>\ndominasi pembeli, sementara indikator Moving Average mempertegas bahwa arah<br \/>\ntren jangka pendek hingga menengah tetap berada dalam fase bullish. Selama<br \/>\nharga mampu bertahan di atas area support utama, momentum kenaikan dinilai<br \/>\nmasih cukup solid untuk mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Lebih<br \/>\nlanjut, Andy memproyeksikan bahwa apabila tekanan beli tetap terjaga, XAU\/USD<br \/>\nberpeluang melanjutkan penguatan hingga mendekati level psikologis $5.300.<br \/>\nLevel ini dinilai penting karena dapat menjadi konfirmasi lanjutan atas<br \/>\nkekuatan tren naik yang sedang berlangsung. Namun demikian, ia juga<br \/>\nmengingatkan bahwa potensi koreksi tetap terbuka, terutama jika harga gagal<br \/>\nmelanjutkan kenaikan. Dalam skenario korektif, area $5.155 dipandang sebagai<br \/>\nsupport terdekat yang berpotensi menjadi tujuan penurunan harga sebelum kembali<br \/>\nmenentukan arah berikutnya.<\/p>\n<p>Sementara<br \/>\nitu, dinamika pasar global turut memperkuat sentimen positif terhadap emas.<br \/>\nPergerakan harga menunjukkan bahwa pelaku pasar masih sangat sensitif terhadap<br \/>\nisu-isu risiko global, mulai dari eskalasi perang dagang hingga ketidakpastian<br \/>\narah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelemahan dolar AS menjadi salah satu<br \/>\nfaktor utama yang menopang harga emas, di mana Indeks Dolar AS (DXY) terus<br \/>\ntertekan dan mencatatkan level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi<br \/>\nini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif<br \/>\nlebih murah bagi investor global.<\/p>\n<p>Sentimen<br \/>\nterhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat<br \/>\nyang menyebut bahwa nilai dolar masih berada pada level yang \u201ccukup kuat\u201d.<br \/>\nPernyataan tersebut justru dinilai pasar sebagai sinyal ketidakselarasan<br \/>\nkebijakan, sehingga mendorong tekanan lanjutan pada DXY dan mempercepat aliran<br \/>\ndana ke aset aman seperti emas.<\/p>\n<p>Selain<br \/>\nfaktor geopolitik dan nilai tukar, perhatian investor saat ini juga tertuju<br \/>\npada keputusan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan rilis hari ini.<br \/>\nMeskipun bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada<br \/>\nkisaran saat ini, pasar akan mencermati dengan seksama pernyataan Ketua The<br \/>\nFed, Jerome Powell, guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.<br \/>\nNada pernyataan yang dovish berpotensi memperpanjang pelemahan dolar dan<br \/>\nmendorong emas ke level yang lebih tinggi, sementara sikap hawkish dapat memicu<br \/>\nkoreksi jangka pendek.<\/p>\n<p>Tekanan<br \/>\nekonomi global juga tercermin dari rilis data ekonomi AS terbaru, di mana Indeks<br \/>\nKepercayaan Konsumen tercatat mengalami penurunan tajam dan berada di level<br \/>\nterendah sejak 2014. Data tersebut memperkuat kekhawatiran terhadap prospek<br \/>\nekonomi dan mendorong investor untuk meningkatkan eksposur pada aset lindung<br \/>\nnilai.<\/p>\n<p>Dengan<br \/>\nmempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prediksi harga emas<br \/>\nhari ini masih mengarah pada bias bullish jangka pendek, dengan $5.300 sebagai<br \/>\ntarget kenaikan utama dan $5.155 sebagai level support krusial. Pelaku pasar<br \/>\ndiimbau untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik, data ekonomi, serta<br \/>\nkebijakan bank sentral yang berpotensi memicu volatilitas harga emas sepanjang<br \/>\nperdagangan hari ini.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/0e9975e8-95ce-11ef-a7b1-0a58a9feac02\/5a252f68-4697-4ad4-bef9-b21d49b9aa8c\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pergerakan harga emas dunia (XAU\/USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam jalur penguatan, seiring berlanjutnya tren kenaikan yang telah berlangsung selama beberapa sesi terakhir. Logam mulia tersebut kembali menunjukkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global, baik dari sisi geopolitik maupun kondisi ekonomi internasional. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39498,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-39497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asiadailies.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}